Rahasia Nggak Mbrebet, Bedah Teknologi Exhaust Tech Bajaj Pulsar 180CC
Nerima telpon saat berkendara atau sekedar menghisap rokok yang biasa dilakukan tangan kiri, emang hal yang biasa untuk kalangan pengedara motor. Kadang membuat pengendara tak pedulikan peranan fungsional tuas kopling, kan tuas di kiri sedang tangan kiri tadi pegang telpon atau rokok.
Dengan begitu, saat kecepatan motor dan putaran mesin turun. Posisi gigi jadi tak seimbang dengan kecepatan motor. Artinya posisi gigi porsneling masuk 4 dan kecepatan tutun menunjuk 10km/jam. Dalam kondisi seperti ini, acap nimbulkan detonasi dan suara asing dan caller, khususnya motor laki atau sport.
Itu sama halnya dengan saat melakukan pengereman mendadak pas bereda di top speed. Pengendara mesti menurunkan gigi porsneling higga gigi 1. Kalau tidak dan tetap membiarkan posisi porsneling, bukaan gas yang tak seimbang dengan posisi gigi porsneling, asap membuat mesin motor mati.
Dari fenomena inim produk Bajaj Pulsar menambahkan fitur tambahan yakni Exhaust Tech (ET). Berupa box dan pipa terusan dari leher knalpot. ET ini berfungsi mempertahan kan torsi motor agar tetap stabil, di saat mesin motor mengalamami perbadingan yang tar wajar antara putaran mesin dan posisi gigi porsneling.
"Dengan ET, tenaga jadi bisa dipertahankan memiliki torsi meski berada di rpm rendah, " terang Kukuhlid Hertiko area service manager Bajaj di kawasan HR. Muhamad, Surabaya.
Mekanismenya, saat di atas 3000 rpm - 4000 rpm gas buang sebagian tersuplai ke box ET. Tapi kalau di atas 4000 rpm, gas buang langsung terbuang ke catalytic converter terus ke sekat sarangan, dan menuju udara bebas.
"Sebaliknya, saat di putaran rendah di 100 rpm, terjadi perbedaan tekanan dalam knalpot. Tekanan gas buang yang keluar dan exhaust menifold lebih rendah, dibanding tekanan gas buang yang keluar dari box ET.
Dengan begitu gas buang yang keluar dari mesin, akan terhandang dan kembali lagi ke lubang buang pada silinder head. Dan sebagian tertahan di leher knalpot. Sedang gas buang yang sempat ngendon di box ET, langsung keluar menuju catalytic converter dan sekat serangan, " beber Kukuh.
Selalu terjaganya torsi mesin, tenaga mesin dikail kian besar meski di rpm rendah. Dan tenaga mesin masih mampu mentransfer putaran as kruk, pinion shaft dan counter shaft pada perbandigan porsneling berat, macem sdi gigi 3,4 atau 5.
Kukuh juga menambahkan, selain imbas ET, hal itu juga berkat pemakaian teknologi TRICS, yaitu Throttle Response Ignition Control System. Jadi bukan derajat throttle (model butterfly) pada karbu dilengkapi magnetic sensor. Dari sensor itu, sinyal dikirim ke perangkat pengapaian untuk mengalur Na-Voor timing pengapaian sesuai dengan bukaan throttle.
Related Topics : Bajaj Pulsar, Exhaust TEch
Related Post: None








Agus Dwi Supriyanto Said,
December 7, 2007 @ 3:06 pm
saya biker yang touring rutin +- 250km / 2minggu banyubiru semarang .s/d. sidareja cilacap via banjarnegara pake motor bebek, yaa mungkin bebek gak cocok jadi motor tour sejak beli baru th2004 dalam waktu 2th sudah turun mesin sampe sekarang turun mesin dah 2X (kcian gue). rekan sesama biker tour rutin jg yg iklan bebek mesin OK tapi ternyata untuk touring rutin cuma bertahan 1th. bagaimana ya dengan bajaj apakah mesin tetap OK kalo saya pake touring 250km / 2minggu? apa mesin bisa tahan lama / awet? berapa tahunkah bisa tahan gak servis berat seperti turun mesin atow semacemnya? terima kasih
Tri4n0m Said,
January 10, 2008 @ 12:41 am
Kacian deh lo
pasopati Said,
February 27, 2008 @ 6:15 am
iya kacian deh lo gw pake tornado suzuki ke jogja pangandaran sering tapi fine2 ajah
Diaz Said,
April 29, 2008 @ 8:21 am
untuk motor Bajaj 180 DTSi ok oksaja untuk touring jarak 300 km PP lagi istirahat 1 jam balik lagi (jakarta Plbuhan ratu ) jadi jangan ragu gw dah pakai tuh moto
r untuk kerja 175 km rutin ok bro .skrg tggl santai nya tuh motor krn gw ada yg bantuin
herry Said,
August 31, 2008 @ 11:52 am
Ah, seandainya saja Headlight BAJAJ itu DC, seperti yang digunakan TIGER atau MEGA PRO.
Adakah yang bisa bantu saya untuk mengubah lampu AC menjadi DC?
Terima-kasih.
Saya tunggu di didusby@gmail.com